Panser Ferret (Panser Intai “Kostrad” dari Era 60-an)

Ferret

Spesifikasi
Berat : 3,7 ton
P x L x T : 3,7 meter x 1,91 meter x 1,88 meter
Awak : 2 orang (komandan, pengemudi)
Suspensi : Roda 4×4
Jarak tempuh : 306 Km
Kecepatan max : 93 Km/jam
Mesin : Rolls Royce B60 6 silinder (mesin bensin)
Senjata utama : 2 x Senapan mesin kaliber 7,62 x 51mm NATO

Kendaraan lapis baja Ferret adalah kendaraan tempur yang dirancang dan dibangun untuk tujuan pengintaian. Ferret diproduksi antara tahun 1952 dan 1971 oleh perusahaan Daimler. Ferret banyak digunakan oleh berbagai resimen-resimen di Angkatan Darat Inggris, bahkan resimen Angkatan Udara Inggris (RAF) pun juga menggunakannya untuk keperluan pengintaian, selain itu negara-negara dibawah naungan Commonwelt juga menggunakan panser ini.


Ferret di Tangan TNI AD

Dari beragam alutsista (alat utama sistem senjata) lawas milik TNI-AD, khusus di korps kavaleri, nama panser Ferret tentu harus diperhitungkan. Bersama dengan panser Saracen dan Saladin, Ferret didatangkan pada periode tahun 60-an. Bersama panser Saracen dan Saladin pula, Ferret turut menjadi saksi sejarah pergolakan saat revolusi di tahun 1965. 
Ferret di tangan TNI AD

Pada dasarnya Ferret dirancang sebagai kendaraan intai, kawal dan pemandu tempur tanpa kemampuan amfibi. Untuk itu Ferret dibuat dengan desain body yang mungil, tujuannya agara ”si Musang” ini dapat bergerak cepat dan lincah.

Dilihat dari bodynya yang imut untuk ukuran alat temput, Ferret hanya diawaki oleh dua orang, yakni pengemudi dan komandan yang merangkap sebagai juru tembak. Untuk urusan senjata, tentu Ferret harus tahu diri, panser ini standarnya hanya dibekali senapan mesin kaliber 7,62 mm dalam kubah putar. 

Beberapa negara pengguna Ferret juga berhasil melalukan pengembangan agar Ferret tampil lebih galak. Contohnya seperti kemampuan Ferret menggotong rudal anti tank Vigilant dan meriam tanpa tolak balik. Untuk menunjang kemampuan tempur, Ferret menggunakan tipe ban run flat, tipe ban ini memungkinkan ban tidak langsung gembes bila terkena tembakan.

Setelah mengabdi selama 60 tahun di republik Indonesia, Panser besutan pabrik Alvis, Inggris ini masih digunakan hingga kini oleh Korps Kavaleri di lingkungan Kostrad. Ferret masuk dalam kompi intai kavaleri dan dalam tiap misi tempur, sudah umum bila Ferret-lah yang maju terlebih dahulu untuk memonitor situasi dan kemudian melaporkan hasil pantauan ke komando atas. 

Indonesia sendiri dikabarkan memiliki 55 unit Ferret tipe Mk1/2. Sejalan dengan perkembangan, Ferret milik TNI-AD sudah di retrofit, terutama dengan penggantian dari mesin bensin ke mesin diesel.

Sumber : Komando Militer
---end---

Related Posts :

0 Response to "Panser Ferret (Panser Intai “Kostrad” dari Era 60-an)"

Post a Comment